Vivienpandie's Blog

March 27, 2012

Nubuatan; apakah mudah?

Filed under: artikel,Rhema — by vivienpandie @ 8:06 am

Saya menulis ini untuk teman saya yang pernah mengirim sms pada saya berbunyi : “Dia pernah dinubuatkan untuk mempunyai urapan Daud, dan dia dijanjikan seorang penolong bagi dia untuk hal itu.” Tapi dia juga berkata pada saya bahwa : “Nubuatan tidak semudah itu kan terjadinya?”

Nah saat ini saya ingin membahas tentang hal itu. Bahwa Tuhan memberikan janji pada kita melalui firmanNya, dan kadang Tuhan juga memberikan janji melalui nubuatan-nubuatan baik dari hamba Tuhan atau orang yang menerima karunia tersebebut.  Adanya nubuatan bermaksud untuk meneguhkan, dan nubuatan pasti terjadi. Dalam Alkitab perjanjian lama terdapat banyak nubuatan dari para nabi untuk bangsa Israel pada waktu itu. Dan setiap nubuatan baik untuk terjadi pada masa itu atau pada masa depan pasti terjadi, karena nubuatan merupakan janji dan perkataan, serta firman Allah sendiri.

Salah satu bukti bahwa nubuatan Allah pasti terjadi kapanpun itu dapat dibaca di sini http://penuai.wordpress.com/2010/01/22/membongkar-fakta-tirus-salah-satu-nubuatan-menakjubkan-yang-telah-digenapi/

Menurut wikipedia indonesia arti nubuat dalam arti luas adalah ;prediksi tentang peristiwa-peristiwa yang akan datang. Sedangkan secara etimologi kata ini berasal dari bahasa yunani yaitu pro-artinya “sebelum” ditambah dengan akar kata dari phanai-artinya “ mengatakan”. Sehingga artinya menjadi “mengatakan sebelumnya”. Sedangkan menurut artiket di grup yahoo, saya mendapatkan bahwa arti nubuat ada 3 yaitu : nasihat, petuah, dan saran-saran ke depan. Sedangkan menurut alkitab sendiri nubuatan ada untuk membangun, menasihati, dan menghibur. Nah kalau sekarang ini segalanya menurut alkitab perlu diuji. Tapi nubuatan yang berasal dari Allah pasti mencakup salah satu dari tiga unsur itu, yaitu membangun, menasihati, dan menghibur. Kalau memang benar maka percayalah nubuatan itu pasti akan terjadi.

Pertanyaannya adalah kalau memang pasti akan terjadi, kenapa jalan yang dilalui teman saya seakan-akan tertutup dari penggenapan nubuatan tersebut?

Segala jalan sudah ditempuh, doa dan puasa selalu mengalir, dia sudah mengikuti kehendak Tuhan. Lalu apa yang salah? Bahkan penolong yang dijanjikan Tuhanpun sama sekali tidak bisa menolong alias makin membuat atau menambah beban bagi dia. Lalu apa yang salah?

Akhirnya teman saya itu “mengerti” bahwa semua itu pilihan. Memang nubuatan akan terjadi, tetapi jalan mana yang harus ditempuh itu adalah pilihan. Kalau dia mau sukses maka pilihannya adalah kerja keras, pikiran positif, dan terus berusaha pantang menyerah. Apakah itu salah? Saya katakan tidak . Pikiran positif, kerja keras, pantang mundur itu tidak salah dan memang seharusnya seperti itu. Tapi kalau kita hanya mengandalkan hal itu lalu apakah gunanya Tuhan? Apakah gunanya kita berdoa? Toh orang yang tidak kenal Tuhanpun bisa diberkati apabila dia punya sifat dan karakter seperti itu, sudah banyak buktinya. Dan negara kita juga banyak dipimpin oleh orang-orang seperti itu walau mereka bukan orang yang kenal Tuhan.

Lalu apa bedanya kita dengan mereka? Apakah yang bisa kita banggakan dari mereka? Tidak ada. Yang membedakan kita orang percaya dengan mereka apabila kita melakukannya bukan mengandalkan diri kita tapi bergantung pada kemurahan Tuhan. Kalau kita memilih untuk meraih apa yang dinubuatkan itu dengan kerja keras kita, maka kita tidak akan pernah mensyukuri bahwa apa yang kita punya, kesuksesan yang kita raih nantinya itu berasal dari Tuhan. Saya katakan bahwa memang kita harus mengusahakan tanah, tapi harusnya kita tahu dan sadar bahwa kita butuh anugerah untuk bisa mengusahakannya. Supaya nantinya kita dapat memuliakan Tuhan melalui hasil yang kita capai, bukan kita puas dengan kerja keras kita. Maksudnya apa? Maksudnya itu berbicara pada sikap hati kita di hadapan Tuhan, dan Tuhan tidak ingin kita bermegah pada hal lain selain Tuhan. So kalau kita sebagai anak Tuhan memilih untuk mengusahakan ‘ladang’ kita sendiri atau memilih cara kita sendiri maka menurut saya tidak ada gunanya kita menjadi Kristen dan senantiasa berdoa, karena nantinya kita bisa memuliakan Tuhan dengan mulut kita tapi tidak dengan hati kita.

Mengenai pertanyaan bahwa dia sudah mengusahakan semuanya tapi kenapa jalan menuju penggenapan itu tertutup dan seakan buntu?

Saya Cuma ingin mengatakan bahwa nubuatan bertalian dengan iman. Ayat-ayatnya jelas dalam Rom 1:17, 5:1, Gal 3:11, ibr 10:38. Kenapa Allah membuat segalanya seakan tidak mungkin? Kenapa hal-hal yang terjadi seolah mengatakan bahwa nubuatan itu tidak akan atau tidak bisa terjadi? Kenapa orang-orang yang tidak pernah dinubuatkan bahkan yang tidak percaya Tuhan sekalipun bisa sukses dan meraih impian mereka? Apakah karena kurang berdoa? Tidak. Apakah karena berdosa? Tidak, Allah adalah penuh dengan anugerah. Lalu kenapa? Kenapa Tuhan seakan tidak adil? Kenapa nubuatan justru malah susah untuk terjadi dan tidak membawa pengharapan?

Jawabannya adalah karena Tuhan mau kita untuk hidup oleh iman. Bukan iman yang biasa, bukan iman yang natural tapi supranatural. Ibr 11:1 “iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat.” See? Iman adalah bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat. So kalau keadaan bertolak belakang dari janji Tuhan use your faith! Kenapa Tuhan membiarkan murid-muridNya terombang-ambing oleh badai dan Dia tidur dengan tenang? Kenapa Tuhan membiarkan mereka menyebrang duluan dan kemudian membiarkan mereka ketakutan? Supaya murid-muridNya bisa menggunakan iman mereka.

Kenapa Tuhan membuat segala usaha kita seakan sia-sia? Karena Tuhan mau kita tidak bergantung dengan usaha kita, dan kerja keras kita. Tuhan mau kita memutuskan segala koneksi dengan ego kita. Apakah Tuhan tidak baik? Tidak, Tuhan hanya mau kita menjadi orang yang layak untuk menerima berkatNya. Tujuannya adalah agar kita dibentuk menjadi indah. Tanpa iman Petrus tidak akan berjalan di atas air. Tanpa iman Elia tidak akan bisa menurunkan huja di israel. Tanpa iman juga kita tidak dapat mencapai garis akhir dan mencapai rencana Allah.

Sekarang terserah pada kita, mau dibentuk dan mengikuti kehendak Tuhan, atau mencapai rencana Tuhan dengan kekuatan dan kehendak kita? Keduanya sama-sama akan sampai ke tujuan. Tapi jalan mana yang kan kita pilih? Apakah kita mau menjadi seperti tanah liat di tangan penjunan, atau kita mencari jalan kita sendiri?

Itu adalah pilihan. Yang pasti rancangan Tuhan bukanlah rancangan kecelakaan, dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita baik atau buruk tidak ada satupun yang kebetulan, pasti itu karena Tuhan ingin mengajarkan sesuatu kepada kita, so milikilah hati yang lemah lembut.

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: